kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.491   109,00   0,67%
  • IDX 7.771   -180,81   -2,27%
  • KOMPAS100 1.082   -24,22   -2,19%
  • LQ45 794   -17,88   -2,20%
  • ISSI 263   -5,59   -2,08%
  • IDX30 412   -9,22   -2,19%
  • IDXHIDIV20 479   -9,02   -1,85%
  • IDX80 119   -3,01   -2,46%
  • IDXV30 129   -3,65   -2,76%
  • IDXQ30 133   -2,74   -2,01%
G20 /

Sri Mulyani: Anggota G20 Minta Bank Dunia Segera Bentuk FIF Sebagai Respon Pandemi


Kamis, 21 April 2022 / 13:24 WIB
Sri Mulyani: Anggota G20 Minta Bank Dunia Segera Bentuk FIF Sebagai Respon Pandemi
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4/2022).

Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, anggota G20 meminta agar Bank Dunia segera menyiapkan pembentukan Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF), sebagai respons pandemi atau Pandemic Preparedness and Response (PPR) di masa yang akan datang.

“Sebagian anggota (G20) membutuhkan adanya mekanisme keuangan baru yang didedikasikan untuk mengatasi kesenjangan pendanaan kesiapsiagaan pandemi, dan banyak yang setuju akan hal ini,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers,  Kamis (21/4).

Menurutnya FIF sangat efektif diterapkan untuk mekanisme keuangan baru. Selain itu anggota G20 juga meminta agar Bank Dunia segera mengeksplorasi pembentukan FIF dan juga melakukan diskusi mengenai potensi tata Kelola dan pengaturan utama, termasuk mendiskusikan peran World Health Organization (WHO)  yang dinilai sangat penting.

Baca Juga: Hambat Pemulihan Ekonomi, Anggota G20 Sepakat Perang Rusia-Ukraina Dihentikan

Desakan ini juga berlandaskan, peran FIF yang dinilai akan mampu mengatasi kesenjangan pembiayaan di sektor kesehatan seperti yang terjadi saat pandemi Covid-19 ini berlangsung.

Sehingga, lanjutnya, untuk mengatasi beban risiko yang ada di masa depan, FIF paling efektif diterapkan dalam mekanisme keuangan karena pandemi akan datang kapan saja dan tidak bisa diperkirakan.

“Para anggota G20K meminta untuk membicarakan mekanisme PPR ini menjadi lebih luas lagi sebagai respons pandemi,” imbuh Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

×