kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.011,48   2,44   0.24%
  • EMAS943.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%
G20 /

Menteri LHK Siti Nurbaya: Peserta G20 Dukung Penuh Folu Net Sink 2030


Senin, 05 September 2022 / 19:23 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya: Peserta G20 Dukung Penuh Folu Net Sink 2030
ILUSTRASI. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, sejumlah pemimpin negara terkait G20 sangat mengapresiasi langkah Folu Net Sink 2030 yang merupakan program prioritas, terutama soal lingkungan Hidup dan Kehutanan di Indonesia.

"Banyak sekali rekan-rekan dari luar negeri yang mendukung langkah kita dalam rangka perubahan iklim. Bettina Hofmann dari Jerman, yang menyebutkan dukungan serta kerjasama terkait perlindungan keanekaragaman hayati dan iklim, gambut dan polusi platik di laut," jelas Siti dalam keterangan resminya, Senin (5/9).

Siti menambahkan, Indonesia juga tetap konsisten dalam hal mengurangi deforestasi.

Baca Juga: Dapat Tambahan Rp 730,6 Miliar, Anggaran Kementerian LHK Tahun 2023 Jadi Rp 6,9 T

"Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Indonesia telah berhasil menurunkan deforestasi secara simultan, tentunya ini merupakan keseriusan kita dalam mewujudkan Forestry Other Land Use  (FOLU) Net Sink 2030," tambahnya.

Adapun menurutnya, presidensi G20 yang akan digelar di Bali pada pertengahan November 2022 mendatang akan menjadi simbol, bahwa Indonesia memantapkan diri sebagai negara yang peduli serta ambil bagian dari perubahan iklim dunia.

"G20 ini akan menjadi sejarah, dimana selain Indonesia mempimpin G20, tapi kita juga memiliki program yang betul-betul bisa menjadi arah dalam hal perubahan iklim. Dan menjadi signifikan guna memenuhi Nationally Determined Contribution (NDC) yang menjadi kewajiban nasional dalam agenda perubahan iklim global," ujarnya.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada Indonesia sebagai Presidensi G20.  Adiminstrator Lingkungan Hidup AS Michael S Regan menyatakan, RI dan Amerika memiliki sejarah panjang terkait lingkungan hidup.

"Pertemuan ini bukan hanya sebatas pertemuan biasa, tapi ini merupakan sejarah panjang antara Indonesia dan Amerika, yakni kualitas udara, limbah berbahaya, serta penegakan hukum," ujarnya dalam keterangan resmi.

Baca Juga: Fokus Mangrove di KTT G20, Menteri LHK: Komitmen Indonesia Atas Perubahan Iklim

Ia menambahkan, kerja sama ini juga bisa berlanjut hingga pertukaran keahlian. "Kami paham betul, bahwa program Forestry and Other Land Use (FoLU Net Sink 2030) yang dirancang Kementerian terkait di Indonesia merupakan catatan penting untuk perubahan iklim," tutupnya.

Sebagai informasi, Siti Nurbaya sebelumnya telah meluncurkan Rencana Operasional FoLU Net Sink 2030 melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 168 Tahun 2022.

Dimana dalam hal ini, FoLU Net Sink 2030 memastikan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada tahun 2030 mencapai 1,5 derajat celcius.

Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga terus melakukan sosialisasi program FoLU Net Sink 2030 di berbagai wilayah di Indonesia dengan berbagai dukungan dari Pemerinrah Provinsi Daerah serta lapisan masyarakat dan akademisi.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

×