kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.010,74   -8,25   -0.81%
  • EMAS994.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%
G20 /

Gelaran B20 Diharapkan Dapat Menyuarakan Isu Pembahasan dari Indonesia


Jumat, 28 Januari 2022 / 22:29 WIB
Gelaran B20 Diharapkan Dapat Menyuarakan Isu Pembahasan dari Indonesia
ILUSTRASI. Ketua Penyelenggara B20 Indonesia Shinta Widjaja Kamdani. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertemuan perdana Task Force & Action Council B20 Indonesia Summit 2022 telah dilaksanakan pada hari ini, Jumat (28/1) di Hotel Fairmont Jakarta. Ajang perkenalan ini salah satunya membahas terkait peluang Indonesia untuk mengangkat isu nasional ke dalam forum B20.

Sebagai informasi, Business of Twenty (B20) adalah forum dialog resmi Group of Twenty (G20) dengan komunitas bisnis global. Selain itu, tujuan memperkenalkan Task Force & Action Council dalam forum B20 adalah untuk mengawal kebijakan G20.

Chair B20 Indonesia Shinta Widjana Kamdani mengungkapkan bahwa gelaran B20 dapat menjadi ajang bagi Indonesia untuk dapat showcase isu dari indonesia.

“Penentuan isu yang diangkat sebesar 70 persen akan berasal dari gelaran B20 sebelum-sebelumnya, sedangkan 30 persen isu akan didrive oleh Indonesia,” ujar Shinta dalam pertemuan perdana Task force & action council B20 Indonesia Summit 2022, Jumat (28/1).

Baca Juga: Di Pertemuan B20, Mantan PM Inggris Puji Indonesia & Jokowi

Salah satu isu yang selalu menjadi pembahasan dalam forum B20 adalah mengenai anti korupsi. Shinta menjelaskan bahwa Forum B20 dapat menunjukkan isu dari Indonesia seperti misalnya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Dengan adanya pengenalan isu tersebut, diharapkan dapat menjadi kesempatan bisnis bagi Indonesia. Salah satunya adalah menarik investor melakukan business matching, sehingga diharapkan banyak kemitraan yang tercipta.

Selain itu, pertemuan ini membahas terkait keberanian Indonesia sebagai tuan rumah dalam menggalakkan isu-isu yang dapat dituangkan menjadi kebijakan. Hal tersebut karena terdapat perbedaan isu antara negara maju dan negara berkembang sehingga tugas Indonesia adalah memfasilitasi penyatuan isu tersebut. Salah satunya isu yang dapat diangkat adalah diskusi pemanfaatan energi terbarukan yang menjadi concern banyak negara.

Sebagai informasi, saat ini B20 memiliki 147 anggota dan 80 chair dari berbagai negara. Di mana, 37 persen merupakan pemimpin perempuan.

Dalam gelaran ini, turut dilakukannya pengenalan ketua Task Force Dan Action Council yang akan bertugas untuk memimpin diskusi para pemimpin bisnis, pejabat tinggi pemerintah maupun asosiasi yang tergabung dalam negara G20.

Baca Juga: Presidensi G20, Indonesia Serukan Pembenahan Arsitektur Kesehatan Global

Adapun Task Force Chair & Action Council Chair B20 antara lain :

1. Ririek Adriansyah, President Director PT Telkom Indonesia Tbk selaku Digitalization Task Force Chair

2. Nicke Widyawati, President Director & CEO PT Pertamina Tbk selaku Energy, Suistanibility & Climate Task Force Chair

3. Ridha DM Wirakusumah, CEO INA/Sovereign Wealth Fund selaku Finance & Infrastructure Task Force Chair

4. Hamdani D. Salim, President Director PT Astra Otoparts Tbk-Future of Work & Education Task Force Chair

5. Arif Rachmat, Executive Director Triputa group selaku Trade & Investment Task Force Chair

6. Haryanto Budiman, Managing Director PT Bank Central Asia Tbk selaku Integrity & Compliance Task Force Chair

6. Ira Noviarti, President Director Unilever, selaku Women In Business Action Council Chair

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×