kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.010,74   -8,25   -0.81%
  • EMAS994.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%
G20 /

Presidensi G20, Indonesia Serukan Pembenahan Arsitektur Kesehatan Global


Kamis, 27 Januari 2022 / 21:37 WIB
Presidensi G20, Indonesia Serukan Pembenahan Arsitektur Kesehatan Global
ILUSTRASI. Sambutan Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan B20 Inception Meeting, 27 Januari 2022

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Presidensi G20 indonesia juga akan fokus pada pembenahan arsitektur kesehatan global agar lebih inklusif, berpegang pada asas kesetaraan dan tanggap terhadap krisis.

"Pemerintah Indonesia dan G20 mengajak komunitas B20 untuk berkolaborasi mobilisasi sumber daya untuk membiayai inovasi serta pemerataan produksi vaksin obat-obatan dan alat-alat kesehatan," kata Jokowi dalam Inception Meeting B20, Kamis (27/1).

Jokowi mengatakan, Indonesia mendorong investasi di sektor kesehatan guna pemenuhan kebutuhan di dalam negeri. Ia bilang, pada tahun 2021 pengeluaran pemerintah pusat dan daerah untuk sektor kesehatan mencapai US$ 34,77 miliar.

Baca Juga: Ini 3 Fokus Bahasan Presidensi G20 Tahun 2022 Sektor Pertanian

"Kita akan memprioritaskan pembelian farmasi dan alat alat kesehatan yang diproduksi di dalam negeri. Prinsipnya kalau sudah bisa diproduksi di dalam negeri, anggaran pemerintah tidak akan membeli yang impor," ucap Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi juga mengundang investasi di sektor kesehatan di Indonesia yang sekaligus memperkuat sistem ketahanan kesehatan global.

Jokowi berharap komunitas B20 akan memberikan tawaran konkrit yang dapat menjadi bagian dari capaian konkrit KTT G20. Kemitraan publik dan swasta global diorkestrasi untuk memberikan solusi global. "Indonesia sebagai negara dan sebagai presidensi g-20 berkomitmen dan bekerja keras untuk memberikan kontribusi untuk dunia yang tumbuh inklusif dan berkelanjutan," tutur Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×