kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,96   -24,77   -2.57%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
G20 /

Organisasi Internasional Mendukung Indonesia dalam Transisi Energi G20


Kamis, 10 Februari 2022 / 12:11 WIB
Organisasi Internasional Mendukung Indonesia dalam Transisi Energi G20
ILUSTRASI. Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa G20 (1st G20 Sherpa Meeting) yang diselenggarakan pada tanggal 7 s.d. 8 Desember 2021 di Jakarta, secara umum berjalan lancar dan sukses.

Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indonesia mendapat dukungan organisasi internasional dalam penyelenggaraan forum Transisi Energi G20 sebagai salah satu agenda dalam presidensi Indonesia dalam G20.

Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol menyatakan bahwa Indonesia mempunyai pengaruh di kawasan Asia Tenggara atas isu-isu energi global, sehingga IEA mendukung Indonesia dalam hal ini.

"Sebuah kehormatan bagi saya dan IEA untuk mendukung agenda Indonesia apalagi sebagai negara berkembang pertama yang menjadi Presidensi G20. Apalagi saya dan Menteri ESDM tengah menjalankan kolaborasi Indonesia-IEA dan IEA dipercaya sebagai (salah satu) strategic advisor bagi pemerintah Indonesia dalam Presidensi G20 pada agenda Transisi Energi," kata Fatih.

Baca Juga: Butuh Investasi US$ 8,58 Miliar di Tahap Awal untuk Mempensiunkan Dini PLTU

Sementara itu, United Nations The Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP) juga menegaskan dukungan penuh terhadap Presidensi Indonesia dalam G20 dalam mengusung isu transisi energi. 

Sekretaris Eksekutif ESCAP Arsmida S Alisjahbana menjelaskan bahwa pihaknya akan membantu secara teknis rencana aksi terhadap implementasi energi bersih di negara berkembang yang difokuskan pada negara-negara kepulauan.

"ESCAP sangat mendukung upaya aspirasi Indonesia sebagai anggota ESCAP dalam mendorong energi berkelanjutan. Kami akan membantu secara teknis rencana aksi terhadap implementasi energi bersih di negara berkembang yang difokuskan pada negara-negara kepulauan. Dukungan terhadap Indonesia ini akan diberikan secara maksimal," ujarnya dalam peluncuran Transisi Energi G20 yang disiarkan secara virtual, Kamis (10/2).

Baca Juga: Jokowi Yakin Tahun 2022 Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi Indonesia, Ini Pendorongnya

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meluncurkan Forum Transisi Energi G20 pada Kamis (10/2) yang disiarkan secara virtual.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan bahwa forum ini diharapkan menjadi jembatan bagi Indonesia yang sedang mendorong negara maju dan berkembang pada keanggotaan G20 untuk mempercepat proses transisi energi, serta memperkuat sistem energi global yang berkelanjutan.

Baca Juga: Jokowi : Ibu Kota Negara Bagian Penting Transformasi Ekonomi

Arifin dalam sambutannya menjelaskan bahwa forum transisi energi ini akan menghasilkan hasil yang nyata dalam memperkuat sistem energi global yang berkelanjutan. "Serta transisi energi yang berkeadilan dalam konteks pemulihan berkelanjutan," kata Arifin dalam sambutannya.

Adapun tiga isu prioritas yang akan diangkat dalam forum ini adalah akses, teknologi, dan pendanaan. Dari tiga isu prioritas ini, ia berharap hasil persidangan akan lebih konkrit guna memperkuat energi yang berkelanjutan.

"Dengan tiga prioritas tersebut diharapkan hasil persidangan yang lebih konkrit guna memperkuat energi berkelanjutan serta transisi yang berkeadilan dalam konteks pemulihan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

×