kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,37   4,93   0.52%
  • EMAS1.107.000 -0,81%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
G20 /

Atasi Tantangan Ketahanan Pangan dan Energi, Ini yang Perlu Dilakukan Negara G20


Senin, 14 November 2022 / 08:03 WIB
Atasi Tantangan Ketahanan Pangan dan Energi, Ini yang Perlu Dilakukan Negara G20
Menhan Prabowo Subianto menghadiri Forum Ketahanan Pangan Global atau Global Food Security dalam rangkaian G20 di Bali.

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NUSA DUA. Para pembuat keputusan termasuk pemerintah dan industri, khususnya anggota G20, perlu meningkatkan kemitraan antara pemerintah dan swasta untuk mengatasi berbagai tantangan ketahanan pangan dan energi dunia. Kesimpulan tersebut menjadi kesepakatan dalam Forum Ketahanan Pangan Global alias Global Food Security Forum yang digelar di Nusa Dua, Bali pada 12-13 November 2022. 

“Tujuan kita adalah untuk menyediakan pangan bagi 8 miliar orang di seluruh dunia,” kata Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, Minggu (13/11).

Dalam pidatonya, Prabowo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi mencapai target nol kelaparan di seluruh dunia, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor dua.

Baca Juga: Jokowi Dorong Pemimpin ASEAN Plus Three Bersatu Hadapi Krisis

Masalah ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga pangan, kata Prabowo, menjadi tantangan dalam pengentasan kelaparan di seluruh dunia. 

“Tantangannya adalah hanya beberapa negara yang memiliki kecukupan pasokan protein dan kalori,” tutur Prabowo.

Pimpinan Gaurav & Sharon Srivastava Family Foundation, Gaurav Srivastava mengatakan,  peningkatan kemitraan pemerintah dan swasta dapat mendorong kita ke arah pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor dua. 

Ia berharap,solusi atas isu ketahanan pangan global yang dibahas dalam forum ini, seperti pembiayaan terhadap cadangan pangan darurat, dukungan finansial untuk Program Pangan Dunia dan pasokan gandum, serta pembentukan asosiasi bisnis yang mampu menyatukan kebutuhan pangan untuk menekan biaya penyediaannya, dapat segera terwujud melalui peningkatan kemitraan pihak pemerintah dan swasta.

“Yayasan kami meyakini bahwa kesepakatan forum ini untuk meningkatkan kemitraan pihak pemerintah dan swasta merupakan sebuah langkah penting untuk menjamin ketahanan pangan global,” kata Gaurav.

Baca Juga: Melalui Program TJSL, Mind ID Mendorong Pemberdayaan UMKN dan Ultra Mikro Naik Kelas

Digelar selama 2 hari, Forum Ketahanan Pangan mengidentifikasi bahwa pandemi dan konflik geopolitik menjadi dua ancaman utama ketahanan pangan global yang menghambat produksi dan distribusi pangan, meningkatkan inflasi global, dan menciptakan ketidakpastian yang melumpuhkan dunia.

Para peserta forum menilai, dialog yang berkesinambungan antara negara-negara anggota G20 sebagai hal penting untuk mengantisipasi tantangan-tantangan ketahanan pangan ke depannya. Negara-negara anggota G20 diharapkan melakukan layanan penyuluhan pertanian untuk mendorong terus terciptanya inovasi dan solusi ketahanan pangan berbasis lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×